IQ TEST: 101

Apa itu tes IQ?

Dari namanya saja tentu kita tahu bahwa tes IQ ialah tes yang berfungsi untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang, yang tampak dalam kemampuannya memecahkan persoalan, beradaptasi dengan lingkungan, dan memproses, mengolah, serta memanfaatkan informasi baru untuk menghadapi permasalahan yang ditemui sehari-hari.

Aspek apa saja yang diukur dalam tes IQ?

Ada berbagai macam aspek yang diukur, tergantung dari jenis tes yang digunakan, diantaranya: kemampuan berpikir logis, sistematika berpikir, kemampuan diferensial (menemukan hal-hal yang penting atau menemukan inti permasalahan), kemampuan analisis-sintesis, kemampuan matematis, wawasan lingkungan, daya bayang ruang, fleksibilitas berpikir, dan sebagainya. Dari seluruh aspek tersebut, jika dilihat dari sejarah perkembangan tes IQ, hal penting yang menjadi determinan dari skor IQ yang tinggi atau rendah ialah dalam hal kecepatan memproses informasi, mencakup: kecepatan dalam proses sensori, mengolah informasi, dan menggunakan informasi untuk menyelesaikan persoalan yang ada – dalam bahasa psikologi disebut sebagai reaction time. Itulah sebabnya semua tes IQ selalu berupa speed test, menggunakan batas waktu dalam setiap subtesnya. Dan itulah pula sebabnya, orang yang cerdas biasanya tangkas, cepat dalam berpikir dan bereaksi; sementara orang yang lambat sering diasosiasikan kurang cerdas (walau tidak selamanya demikian).

Apa manfaat atau tujuan dari tes IQ?

Tes IQ bermanfaat untuk mengetahui tingkat kecerdasan seseorang serta apakah kapasitas kecerdasannya sudah digunakan secara maksimal atau belum dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, tes IQ juga biasanya digunakan sebagai salah satu syarat atau pedoman dalam penerimaan siswa, mahasiswa, atau bahkan karyawan di suatu institusi pendidikan atau perusahaan.

 Apakah IQ seseorang bersifat menetap atau bisa berubah-ubah?

Secara teori, IQ bersifat menetap, sehingga dapat juga dikatakan dipengaruhi oleh faktor keturunan. Namun beberapa aspek kecerdasan dapat dipelajari karena sarat muatan budaya. Hal inilah yang sering membuat IQ berubah-ubah, sekalipun biasanya perubahannya masih dalam batas atau kategori yang sama. Seorang anak dengan jurusan IPA, misalnya, mungkin akan lebih baik skornya dalam bidang matematis, dibandingkan dengan anak dengan jurusan IPS, karena efek latihan dan seringnya menghadapi soal-soal tentang angka dalam kehidupan sehari-harinya. Selain itu, faktor lain yang sangat berpotensi membuat skor IQ berubah-ubah ialah frekuensi dan interval dilakukan tes IQ, terutama dengan alat tes yang sama. Dalam hal ini, efek belajar tentu sangat menentukan dan jika dilakukan berulang-ulang, maka skor IQ yang berikutnya itu menjadi kurang relevan dalam mewakili tingkat kecerdasan orang tersebut. Jadi, skor IQ seseorang mungkin bisa berubah-ubah, tetapi tingkat kecerdasannya biasanya bersifat relatif menetap, berada dalam kategori kecerdasan yang sama.

Apa makna skor IQ?

Secara umum, skor Intelligence Quotient (IQ) merepresentasikan perbandingan usia mental dan kronologis seseorang, sesuai dengan rumus berikut:

IQ formula - Experiencing Life FoundationDari rumus tersebut, maka jika seseorang berusia 12 tahun dan memiliki skor IQ 120, dapat dikatakan memiliki usia mental setara dengan remaja berusia 14 tahun 4 bulan. Jadi kemampuannya dalam memecahkan masalah, memproses informasi, atau berpikir abstrak serta beradaptasi dengan lingkungannya setara dengan remaja berusia 14 tahun 4 bulan. Akan tetapi, rumus ini tentu tidak berlaku jika diterapkan pada individu berusia 65 tahun, misalnya, karena di usia yang lebih tua, tingkat kemampuan kognitif seseorang akan cenderung mengalami penurunan. Biasanya rumus ini sesuai untuk diterapkan sampai pada batas usia 40 tahun mengingat usia tersebut merupakan usia puncak dari kemampuan seseorang dalam berpikir kritis.

Namun demikian, di balik analogi tersebut, tentu akan lebih relevan untuk memaknai skor IQ sesuai dengan kategorinya. Jika seseorang dikatakan memiliki IQ 120 artinya memiliki 20 poin lebih tinggi daripada rata-rata individu seusianya, karena angka 100 merupakan angka yang menjadi titik kecerdasan rata-rata individu seseorang dengan usia tersebut.

Apakah skor IQ seseorang bisa dibandingkan dengan orang lain?

Bisa ya, bisa tidak. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum mengatakan bahwa A lebih cerdas dari B:

    1. Skala tes yang digunakan. Ada berbagai macam tes IQ, yang paling sering digunakan khususnya di Indonesia, misalnya: IST, WAIS, WB, WISC, dan CFIT. Jika A memiliki skor IQ 110 dengan skala IST dibandingkan dengan B dengan skor 106 dengan skala WAIS, tentu hal ini tidak pasti menunjukkan bahwa A lebih cerdas daripada B. Oleh sebab itu, membandingkan skor IQ harus memperhatikan skala tes yang digunakan. Sekalipun masing-masing tes IQ biasanya memiliki informasi reliabilitas dan validitas yang baik, sehingga mengindikasikan bahwa jika seseorang di tes dengan semua tes maka hasilnya relatif sama, tetapi tetap sangat mungkin terjadi peluang kesalahan karena faktor ideosinkratik (keunikan individual) maupun faktor-faktor lain dari lingkungan.
    2. Waktu, lokasi, dan cara tes dilakukan (diadministrasikan). Tentu perbedaan skor akan menjadi lebih bermakna jika perbandingan skornya dilakukan terhadap seseorang yang dites pada waktu yang sama, di tempat yang sama, dengan instruktur dan alat tes yang sama, serta dengan kondisi fisik yang sama-sama sehat.

Manakah tes IQ yang paling baik?

Memang ada banyak sekali jenis tes IQ. Secara garis besar, dapat dibedakan menjadi tes-tes yang mengukur kemampuan yang tidak dipengaruhi oleh budaya (fluid intelligence / culture fair) dan kemampuan yang dipengaruhi oleh budaya atau dapat dipelajari (crystallized intelligence / culture related). Mengenai tes IQ yang paling baik, dapat dikatakan bahwa tes IQ yang paling baik ialah yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi orang yang akan di tes. Seorang yang tinggal di daerah pedalaman, tentu akan paling baik di tes dengan tes yang tidak banyak pertanyaan tentang pengetahuan umum (misalnya: siapa menteri luar negeri RI?) karena mereka tidak memiliki akses informasi yang memadai. Ia akan lebih cocok mendapatkan tes yang lebih mengandalkan logika berpikir, tanpa huruf dan angka. Yang jelas, setiap tes memiliki kelebihan dan keterbatasan, sehingga pemilihan tes yang baik sangat tergantung dari kepekaan tester (dalam hal ini psikolog) dalam menentukan tes apa yang sesuai dengan kebutuhan klien, tujuan pengetesan klien, dan kondisi klien saat itu.

Jika saya ingin mengetahui IQ saya atau membutuhkan informasi lebih lanjut tentang tes IQ, saya harus menghubungi siapa?

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut atau membutuhkan jasa tes IQ, silakan hubungi kami di 021 – 40 626 001 atau email ke: ask@experiencing-life.com.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s